Lokasi saat ini:BetFoodie Lidah Indonesia > Sehat
Pemkab Bantul kumpulkan pengelola SPPG untuk evaluasi MBG
BetFoodie Lidah Indonesia2026-03-16 11:26:17【Sehat】986 orang sudah membaca
PerkenalanBupati Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, Abdul Halim Muslih disela menjalankan tugas di Bantul. AN

Bantul (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, segera mengumpulkan para pengelola Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di daerah tersebut untuk melakukan evaluasi pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) bagi anak sekolah.
Bupati Bantul Abdul Halim Muslih, di Bantul, Selasa, mengangakan langkah mengumpulkan para pengelola SPPG MBG tersebut salah satunya menindaklanjuti adanya laporan keracunan makanan yang dialami siswa yang diduga setelah menyantap makanan MBG di wilayah Kecamatan Jetis.
"Masalah Makan Bergizi Gratis ini harus terus kita evaluasi, kita pantau kita cari apa penyebab sesungguhnya, maka kita akan rapat tentang Program MBG dengan mengundang semua penanggung jawab SPPG," katanya.
Bupati menargetkan dalam waktu dekat atau dalam minggu ini dapat mengundang para pengelola SPPG di Bantul, mengenai masalah atau kendala yang dihadapi termasuk mencari solusi bila ada persoalan dalam menjalankan proyek nasional tersebut.
Baca juga: BGN perkuat pelaksanaan program MBG di Kabupaten Bantul
"Para penanggung jawab SPPG yang ada di Bantul coba kita tanya satu per satu apa problemnya, apa masalahnya, kok masih saja terjadi laporan itu (keracunan)," katanya.
Menurut dia, laporan keracunan makanan yang dialami siswa diduga usai menyantap MBG memang bukan gambaran semua SPPG, melainkan hanya beberapa peristiwa, dan bukan representasi dari semuanya.
"Ini kecelakaan, tapi bagaimanapun karena ini menyangkut kesehatan anak-anak kita, pastilah harus kita cari solusinya, kita temukan penyebabnya apa kok masih saja terjadi keracunan seperti ini," katanya.
Sementara itu, terkait dengan laporan ratusan siswa di salah satu SMA negeri di Jetis yang diduga keracunan makanan pada Jumat (31/10), Bupati mengangakan sudah dilakukan asesmen oleh pihak terkait, dan ngak ada yang perlu menjalani rawat inap.
Baca juga: Bantul awasi pemberian MBG di sekolah meski bukan kewenangan daerah
"Sudah diasesmen dan Alhamdulillah ngak ada yang perlu dirawat inap, artinya mereka yang masih muda tentu imunitas masih kuat, tapi kan kita harus mengantisipasi lebih jauh, jangan sampai ada keracunan lagi," katanya.
Suka(774)
Artikel Terkait
- China terus awasi produk bahari dari Jepang setelah keran impor dibuka
- Pemkab Jayapura: Program MBG harus menjangkau semua masyarakat
- Trump sebut bantuan kemanusiaan mulai mengalir ke Gaza
- Jaksel beri bantuan dan penanganan terdampak kebakaran Pengadegan
- Keragaman ide di Demoday FSI tunjukan potensi kuliner Indonesia
- BPOM lakukan evaluasi cegah komoditas terpapar radioaktif dikonsumsi
- Program Makan Bergizi Gratis sasar 146 siswa SLB di Subang
- Satgas MBG Banjar: Olah menu sesuai petunjuk guna cegah keracunan
- Kiat cerdas hemat biaya bulanan, manfaatkan gratis biaya admin
- Ngak hanya enak, daun melinjo punya segudang manfaat sehat bagi tubuh
Resep Populer
Rekomendasi

PBB sebut bantuan ke Gaza masih terus dihalangi

BPBD Cilacap: 307 warga mengungsi akibat banjir di 15 kelurahan

Pembudidaya ikan harap komoditas daerah dimanfaatkan jadi menu MBG

Bupati Banyumas: Gebyar Pendidikan Non

BPS: Konsumsi RT tumbuh 4,89 persen, disokong transportasi

Perjuangan layanan MBG di Pulau Belakangpadang Batam

DPR RI: Program MBG kelompok 3B perlu diperkuat untuk cegah stunting

Pemerintah: Ekspor udang ke AS wajib bersertifikat bebas radioaktif